Detik demi detik,
Siksaku dalam tangis.
Siang lenyaplah!
Agar bisa kulupakan sakit,
Sungai selalu lembab,
Harapku tak abadi.
Detik demi detik,
Surut,
Akhiri dunia menjadi damba,
Dosa menjadi bayangan.
Tlah kukemas tangis,
Demi kehidupan selanjutnya.
Detik selanjutnya,
Tak sadar ku berjalan,
Menuju jurang jeram masa.
By Susan Gafar




0 komentar:
Posting Komentar